Daniel Baskara Putra adalah nama asli dari Hindia, salah satu penyanyi yang sedang naik daun. Beberapa lagu terkenal miliknya seperti ‘’Secukupnya” sering mengudara di banyak frekuensi radio. Baskara lahir pada tanggal (22 Februari 1994). Nah baru-baru ini Hindia mengadakan sebuah konser dengan sebuah konsep satanic.
Polemik Konser Satanic Hindia

Warganet dihebohkan dengan potongan video di tiktok yang sedang viral seorang penonton merekam saat konser berlangsung. Di panggung megah Hindia berdiri mengajak penonton untuk menutup mata saat hendak menyanyikan lagu matahari tenggelam. Masing-masing penonton diberikan sehelai kain berwarna hitam atau putih untuk menutupi mata mereka.
Kemudian, hindia menyanyikan lagu tersebut dengan layar LED besar dibelakangnya, menampilkan beberapa gambar-gambar yang menurut banyak netizen identik dengan simbol satanik. Tidak sedikit netizen yang mengkritik konsep konser itu. Namun ada juga yang membela pihak hindia. Konser final yang diadakan di Jakarta tersebut menjadi pembahasan yang hangat.
Mengutip cuitan netizen akun X @bubuseyes “Itu jelas-jelas satanic/iluminati. Heran masih banyak yang denial dan bilang kalo itu cuma gimik. Buat yang masih ngebela berarti udah kehasut sama setan. Beneran tipu daya dajjal itu udah dinormalisasikan.
Lain halnya dengan kebanyakan netizen yang hanya menilai dari video yang nampak. Akun X @Maubaksourat mencoba mengulik makna yang dikandung dalam lagu ‘’Matahari tenggelam”. “Aku cari tau di internet, makna lagu Matahari Tenggelam adalah sindiran Baskara pada pelaku cyber bullying. Ada lirik”(Oh jelas hal ini memang tak ada. karena kau tak pernah merasakannya, aman duduk manis, hanya tertawa gagah dirimu dibalik kaca) adalah gambaran pelaku,”menurut salah satu netizen @Maubaksourat dari cuitannya di X.
Sekilas Fakta Sosok Hindia

Beberapa orang mungkin belum mengenal betul latar belakang Hindia, bagaimana ia bisa menjadi seorang musisi saat ini. Baskara membentuk band rock Feast pada tahun 2012 bersama empat anggota lainnya. Pada akhir tahun 2018, dia memulai karier solo dengan nama Hindia dan meluncurkan lagu “No One Will Find Me” sebagai bagian dari album kompilasi Bertamu.
Sebagai bagian dari merayakan Natal pada tahun yang sama, dia meluncurkan sebuah mini album yang diberi judul Tidak Ada Salju di Sini bersama-sama dengan Petra Sihombing, Krautmilk, Enrico Octaviano, dan Rubina. Pada tanggal 22 Maret 2019, Baskara merilis singel berjudul “Evaluasi,” dan pada tanggal 3 Mei 2019>
Dia memperkenalkan singel “Secukupnya.” Pada bulan Juni 2019, dua singel tambahan dikeluarkan, yakni “Tinggalkan di Sana” pada tanggal 4 Juni 2019, dan “Jam Makan Siang” dengan kolaborasi bersama Matter Mos pada tanggal 14 Juni 2019.
Kemudian, pada tanggal 9 Januari 2023, Baskara mengumumkan perilisan album keduanya yang berjudul Lagipula Hidup Akan Berakhir melalui akun media sosialnya. Album ini terdiri dari dua bagian, dengan bagian pertama dijadwalkan untuk rilis pada tanggal 7 Juli 2023 dan bagian kedua pada tanggal 21 Juli 2023. Janji Palsu akan menjadi single pertama, diikuti oleh Masalah Masa Depan sebagai single kedua, Perkara Tubuh sebagai single ketiga, dan Kami Khawatir Kawan sebagai single keempat.
Semua dimulai dari game online bagi Baskara Putra, seperti yang diungkapkannya dalam wawancara di VOLIX / Viniar beberapa bulan yang lalu. Ia memulai dengan merancang berbagai desain untuk klan gamenya dan akhirnya mulai menguasai penggunaan aplikasi Photoshop. Meskipun awalnya bercita-cita menjadi arsitek dari masa SD hingga SMP, demikian yang diungkapkannya.“Gue kalo ditanya kaya, ‘mau jadi apa nanti?’ Ya gue selalu jawab Arsitektur, karena yang hasilin duit (pada saat itu), cuma itu doang. Sampai.. di masuk-masuk kelas 9 gue baru tau, adanya namanya tuh ‘Visual Desainer’ dan akhirnya gue berubah haluanya disitu.”
Masuk ke tingkat SMA, dia memasuki dunia band, meskipun tidak mengambilnya secara serius sementara masih berfokus pada bidang Visual. Tetapi pada saat itu, dia menemukan nama yang sekarang dikenal sebagai Mononimnya., Hindia. [14] “Waktu itu gue lagi study tour, akhirnya ke museum gitu kan di jogja, waktu itu gue nemu lukisanya Raden Saleh tentang Hindia Belanda. Waktu itu namanya udah ada, cuma musiknya belum ada di pikiran.”
Mendekati masa kuliah, dia mendapatkan kesempatan untuk belajar di Singapura melalui beasiswa, namun ia memilih untuk berpindah dan bergabung dengan jurusan Komunikasi di Universitas Indonesia. Di sana, dia mulai mengembangkan kembali proyeknya dan bertemu dengan Adnan Satyanugraha Putra, atau yang dikenal sebagai “Adnan,” yang merupakan gitaris dari .Feast. Pada awalnya, .Feast hanyalah proyek duo yang melibatkan Baskara Putra dan Adnan.
[15] “Waktu itu .Feast cuma dua orang. Gue sama Adnan doang, kita nyari session player aja, waktu itu lagunya Camkan, sampai kita ketemu Dicky,Bodat (ex member),Awan. Lama-lama jadi nyaman main sama mereka, sampai akhirnya kepikiran untuk buat band serius.”
Beberapa Prestasi Hindia

No, Hindia Baskara Terindikasi Satanic ?
Ternyata dibalik kontroversi konser bertajuk satanik itu, Hindi pernah mendapatkan beberapa kali masuk nominasi dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) awards. Pada tahun 2019 lagu secukupnya, masuk nominasi AMI Awards dengan kategori Pendatang baru terbaik, Arts Solo Pria / Wanita Alternatif terbaik. Pada tahun 2020 ia akhirnya mendapatkan pernghargaan arti Solo Alternatif Terbaik.
Lirik Laku Matahari Tenggelam
Kira-kira begini lirik lagu Matahari Tenggelam yang dinyanyikan;
Semua yang kaucela
Semua yang kaubela
Hak suaraku ‘kan kauanggap responsif
Menahan diri dianggap lemah
Semuanya tak nyata
Kau pun termakan juga
Batin lapar, kau mudah digembala
Lihat sekarang engkau di mana
Oh, jelas hal ini memang tak ada
Karena kau tak pernah merasakannya
Aman, duduk manis, hanya tertawa
Laga dirimu di balik kaca
Hanya jika sampai ada karangan bunga
Aku akan berbelasungkawa
Dan apa kaudengar semalam di berita?
Ngomong-ngomong, kukenal dia juga
Kudoakan kita semua
Masuk neraka
Panjang umur
Matahari tenggelam
(Matahari tenggelam)
S’lamat datang malam
(S’lamat datang malam)
Panjang umur
(Turut berduka)
Panjang umur
(Turut berduka)
Matahari tenggelam
(Matahari tenggelam)
S’lamat datang malam
(S’lamat datang malam)
Panjang umur
(Turut berduka)
Panjang umur
(Turut berduka)
Matahari tenggelam
(Matahari tenggelam)
S’lamat datang malam
(S’lamat datang malam)
Panjang umur
(Turut berduka)
Panjang umur
(Turut berduka)