Erupsi Gunung Salak?

Erupsi Gunung Salak sedang ramai diperbincangkan. Gunung Salak yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat merupakan gunung berapi yang masih aktif. Gunung ini memiliki ketinnggian sekitar 2.211 meter diatas permurkaan laut.

Menurut data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Gunung Salak telah mengalami beberapa kali erupsi atau letusan. Erupsi atau letusan itu antara lain terjadi pada tahun 1668- 1699, tahun 1780, tahun 1902-1903, tahun 1935, dan 1938.

Erupsi Gunung Salak, Ini 5 Bahayanya Bagi Kesehatan

Erupsi Gunung Salak, Ini 5 Bahayanya Bagi Kesehatan

Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengatakan terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,0 yang disebabkan oleh gempa tektonik lokal Gunung Salak. PVMBG mencatat pada 6 Desember 2023 ada delapan kejadian gempa tektonik lokal di Gunung salak, 7 Desember 2023 ada sebanyak tujuh kali kejadian, dan pada 8 Desember 2023 terdapat tujuh kali kejadian pula. Sedangkan, untuk gempa vulkanik sendiri dimana sebagai indikasi aktivitas Gunung Salak tidak terekam.

Baca juga: Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan, Tutorial lengkap 10 Langkah

Kegempaan dilaporkan cenderung normal. Meski begitu PVMBG mengimbau masyarakat tetap waspada potensi erupsi di Gunung Salak. Gunung Salak berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau erupsi uap air (steam explosion) yang dapat terjadi tiba-tiba pasca terjadinya kenaikan gempa Tektonik Lokal beberapa hari lalu. Maka dari itu penting bagi kita pula untuk mengetahui bahaya dari erupsi karena aktivitas vulkanik.

Faktor Penyebab Erupsi Gunung Salak

Erupsi Gunung Salak, Ini 5 Bahayanya Bagi Kesehatan

Erupsi Gunung Salak, Ini 5 Bahayanya Bagi Kesehatan

Erupsi sendiri berdampak signifikan baik bagi manusi maupun lingkungan sekitar. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan erupsi vulkanik, antara lain:

1. Tekanan Magma

Magma yang terkumpul di bawah permukaan bumi dapat menimbulkan tekanan yang cukup tinggi. Jika tekanan ini melebihi kekuatan batuan di sekitarnya, maka magma dapat merusak batuan dan memicu erupsi.

2. Kandungan Gas

Gas-gas seperti air, karbon dioksida, belerang dioksida, dan lainnya dapat terperangkap dalam magma. Ketika magma mendekati permukaan, tekanan berkurang, dan gas-gas ini dapat keluar dari larutan, menyebabkan peningkatan tekanan dan potensial erupsi.

3. Komposisi Magma

Magma yang kaya akan silika cenderung lebih kental dan dapat menyebabkan erupsi yang lebih eksplosif. Magma yang kurang kaya silika lebih cair dan mungkin menyebabkan erupsi yang lebih tenang.

4. Sistem Patahan atau Sumbu Vulkanik

Daerah dengan banyak patahan atau sistem gunung berapi cenderung mengalami erupsi lebih sering karena adanya jalur bagi magma untuk mencapai permukaan.

5. Aktivitas Seismik

Gempa bumi dapat menjadi tanda-tanda bahwa magma sedang bergerak di dalam kerak bumi. Gempa dapat memecahkan batuan di sekitarnya dan memungkinkan magma untuk naik ke permukaan.

5 Bahaya Erupsi Bagi Kesehatan

Erupsi Gunung Salak, Ini 5 Bahayanya Bagi Kesehatan

Erupsi Gunung Salak, Ini 5 Bahayanya Bagi Kesehatan

Dilihat dari 5 faktor adanya erupsi, tentu saja erupsi dapat berbahaya terhadap kesehatan makhluk hidup.Beberapa dampak kesehatan yang dapat terjadi akibat erupsi vulkanik meliputi:

1. Awan Panas (Pyroclastic Flow):

Awan panas adalah aliran panas yang mengandung gas, uap, dan material vulkanik yang sangat panas. Awan panas dapat mencapai suhu yang sangat tinggi dan bergerak dengan kecepatan tinggi, menyebabkan luka bakar parah atau bahkan kematian pada siapa pun yang terkena.

2. Abu Vulkanik:

Abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang dapat dihirup oleh manusia. Partikel ini dapat merusak saluran pernapasan, menyebabkan masalah pernapasan seperti iritasi tenggorokan, batuk, dan sesak napas. Partikel-partikel halus juga dapat mencapai paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan jangka panjang.

Baca juga: 10+ Manfaat Virgin Coconut Oil (VCO) Untuk Memperkaya Nutrisi Tubuh

3. Gas Beracun:

Erupsi vulkanik dapat melepaskan gas-gas beracun seperti belerang dioksida, karbon dioksida, dan hidrogen fluorida. Pemaparan terhadap gas-gas ini dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Pada tingkat paparan yang tinggi, gas-gas tersebut dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan kerusakan organ.

4. Lahar:

Lahar adalah aliran lumpur vulkanik yang dapat terbentuk dari lelehan salju atau es di puncak gunung berapi, hujan yang melarutkan abu vulkanik, atau lelehan material vulkanik. Lahar dapat menyebabkan kerusakan fisik, seperti merusak bangunan dan infrastruktur, dan dapat menjadi ancaman bagi keselamatan manusia.

5. Gangguan Kesehatan Mental:

Erupsi vulkanik dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada individu yang terkena dampaknya, termasuk kecemasan, depresi, dan stres pasca-trauma. Hilangnya rumah, kehilangan anggota keluarga, dan kondisi lingkungan yang tidak stabil dapat memberikan tekanan tambahan pada kesehatan mental.

Oleh karena itu, penting untuk mengikuti peringatan dan panduan dari otoritas setempat selama periode erupsi vulkanik. Evakuasi dini dan pemakaian masker atau alat pelindung pernapasan dapat membantu mengurangi risiko dampak kesehatan akibat erupsi vulkanik.