Setiap merek dari berbagai perusahaan tentu memiliki standar kualitas produknya sendiri. Semuanya menyesuaikan dengan target konsumen, brand image, harga yang akan dibanderol, serta strategi pemasaran.
Seiring dengan berjalannya waktu, kesuksesan produk yang dirilis tentu mulai terlihat.
Dengan kualitas yang bagus, dan sesuai dengan kebutuhan pasar, tak heran jika beberapa merek mendapat tempat tersendiri di hati konsumen.
Merek asli Indonesia mungkin sering dipandang sebelah mata karena dianggap kurang berkualitas dibanding merek-merek luar negeri. Namun tahukah bahwa merek-merek yang kamu gunakan atau konsumsi setiap hari kemungkinan besar adalah merek lokal?
Ada banyak merek yang sering disangka dari luar negeri padahal ternyata buatan asli Indonesia. Karena kualitasnya tinggi, ditunjang dengan pemasaran yang efektif, merek-merek ini telah diakui oleh dunia. Merek apa saja kah yang dimaksud?
Daftar Merek Asli Indonesia yang Dikira Produk Luar Negeri
Buat kamu yang sering belanja berbagai produk makanan, produk fashion, dan produk retail lainnya, daftar merek-merek berikut ini pasti sudah enggak asing lagi.
Ini dia daftar merek asli Indonesia yang dikira produk luar:
1. J.Co Donut & Coffee

Merek asli Indonesia yang dikira produk luar yang pertama adalah J.Co Donut & Coffee atau yang lebih dikenal dengan sebutan J.Co.
Sesuai namanya, merek ini memproduksi donat khas Amerika, aneka minuman, serta produk frozen yogurt.
J.Co adalah salah satu merek dagang yang dimiliki oleh pengusaha Johnny Andrean yang sebelumnya populer dengan bisnis salonnya.
Johnny memiliki ide bisnis waralaba toko donat karena dirinya menyukai donat khas Amerika. Pada tahun 2005, J.Co akhirnya didirikan dan jumlah gerainya terus bertambah.
Saat ini, gerai J.Co tersebar di berbagai mall di Indonesia, hingga merambah ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Tiongkok dengan pembukaan gerai independen.
2. Excelso

Kedua, ada merek Excelso yang merupakan kafe dengan nuansa modern bergaya western yang sering dikira kafe asal luar negeri.
Nyatanya, Excelso masih berada dalam satu perusahaan dengan merek kopi lokal Kapal Api.
Mulanya, Excelso hanya memiliki satu gerai di salah satu mall di Jakarta pada tahun 1991.
Dengan mengusung kafe modern dengan nuansa kebarat-baratan dan sajian kopi terbaik pilihan, Excelso akhirnya membuka puluhan gerai baru di kota-kota besar di Indonesia.
3. Hokben

Hoka-hoka Bento atau yang sekarang berganti nama menjadi Hokben adalah restoran cepat saji yang menyajikan menu makanan khas Jepang.
Hokben sudah ada sejak tahun 1985, didirikan oleh Hendra Arifin dan dikelola oleh PT. Eka Bogainti. Sajian menu makanan yang enak serta terjangkau membuat Hokben terus sukses hingga sekarang.
4. Silver Queen

Silver Queen juga menjadi salah satu merek asli Indonesia yang dikira produk luar. Merek dagang ini memproduksi kudapan cokelat manis yang sangat enak.
Di pasaran, kualitas rasa cokelat Silver Queen yang diproduksi oleh PT. Petra Foods mampu bersaing dengan merek cokelat lain.
Misalnya merek Toblerone asal Swiss, dan M&M’s asal Amerika. Silver Queen sendiri sudah diekspor ke 17 negara, mulai dari Jepang, Tiongkok, hingga Australia.
5. Terry Palmer

Produk handuk merek asli Indonesia yang dikira produk luar juga ada. Terry Palmer terbukti mampu mengemas brand image dengan modern dan kualitas handuk yang lembut.
Pemilihan material handuk yang tepat ini bahkan membuat PT. Indah Jaya selaku pengelola dan produsen handuk merek Terry Palmer mengekspor produk ke Benua Amerika, Benua Eropa, dan negara Jepang.
Walau harga yang dipatok sedikit mahal, namun konsumen berani mengeluarkan kocek lebih karena mengincar kualitas handuk merek Terry Palmer yang oke dan awet digunakan.
6. The Executive

Hampir di setiap mall, merek baju formal ala orang kantoran bernama The Executive pasti kamu temukan. Dengan gaya yang modern dan material yang super nyaman, pasti banyak konsumen yang mengira ini adalah produk impor.
Padahal, The Executive adalah merek fashion yang diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Seorang pengusaha bernama Johanes Farial mendirikannya dalam naungan PT Delami Garment Industries.
Merek asli Indonesia yang dikira produk luar ini terbukti sukses karena mampu memperluas cabangnya hingga ke Malaysia.
7. Krisbow

Krisbow adalah merek asli Indonesia yang dikira produk luar dalam bidang produksi perabotan rumah. Nama Krisbow sendiri diambil dari nama pendiri perusahaan tersebut yakni Krisnandi Wibowo.
Krisbow memproduksi aneka perkakas dan perabotan rumah tangga dengan kualitas yang bagus dan awet digunakan. Bahkan layak disaingkan dengan produk sejenis dari merek dagang luar negeri.
8. Eiger

Merek fashion untuk kebutuhan kegiatan outdoor bernama Eiger juga ternyata berasal dari Indonesia, loh.
Pengusaha kelahiran Bandung, Jawa Barat, bernama Ronny Lukito lah yang mendirikan Eiger pada tahun 1993.
Karena kualitas produk yang bagus dan pilihan yang lengkap, para konsumen yang membutuhkan beraneka produk fashion casual dan sporty memilih Eiger sebagai merek terbaik.
Eiger dipasarkan di banyak department store dan juga memiliki toko independen di berbagai lokasi di Indonesia.
9. Buccheri

Buccheri adalah salah satu merek dagang produk fashion yang diperuntukkan bagi keluarga. Tersedia produk tas, dan sepatu yang identik dengan bahan dasar kulit.
Logo, desain toko, dan kualitas produk yang dinilai baik membuat banyak konsumen yang mengira Buccheri adalah merek luar negeri.
Apalagi jika melihat perkembangan Buccheri yang memiliki puluhan gerai di Indonesia. Siapa sangka, ternyata Buccheri awalnya didirikan di salah satu bangunan toko di Pasar Baru, Jakarta.
PT Vigano Cipta Perdana mengelola Buccheri sejak tahun 1980.
10. Equil

Produk air mineral kemasan juga bisa dibuat berkelas. Seperti merek Equil yang dijual dengan harga puluhan ribu rupiah untuk setiap botol ukuran kecil.
PT. Equilindo Lestari sebagai produsen membuat kemasan Equil terlihat mewah, yang di pasarkan untuk restoran berkelas maupun lembaga tinggi.
Saat ini, air mineral yang dibuat di Sukabumi, Jawa Barat, itu sudah masuk ke pasar Italia hingga Arab Saudi.
Itulah daftar merek asli Indonesia yang dikira produk luar. Kalau kamu lebih sering beli produk merek apa, nih?
Baca Juga : Mengenal Social Commerce yang Ramai di Bincangkan